Mengenal pengertian SSL, HTTP dan HTTPS

Secure Sockets Layer (SSL) adalah sebuah protokol jaringan komputer yang mengelola otentikasi server, klien dan komunikasi terenkripsi antara server dan klien.

Sementara itu protokol Transport Layer Security (TLS) berevolusi dari SSL dan sebagian besar telah digantikannya. Meskipun demikian istilah SSL atau SSL/TLS umumnya masih digunakan. Sampai saat ini SSL sering digunakan untuk mengacu pada TLS. Kombinasi SSL/TLS saat ini merupakan protokol keamanan paling banyak dikerahkan dan dijumpai. Karena dalam situasi apapun dimana data aman dipertukarkan melalui jaringan.

Sekilas tentang Sejarah SSL

SSL Security dikembangkan oleh Netscape Communications pada tahun 90-an. Versi 1.0 tidak pernah dirilis ke publik, sedangkan versi 2.0 resmi rilis pada Febuari 1995 meski punya sejumlah kekurangan dari segi keamanan.

Sedangkan SSL versi 3.0 rilis pada 1996 dan mengalami desain ulang seutuhnya. Walaupun tak pernah dijadikan standar formal, rancangan SSL 3.0 pada tahun 1996 justru dipublikasikan oleh IETF sebagai sebuah dokumen bersejarah dalam RFC 6101. Dengan demikian versi tersebut jadi standar de facto untuk menyediakan keamanan komunikasi melalui internet.

Sekilas tentang HTTP dan HTTPS

HTTP singkatan Hypertext Transfer Protocol yaitu sekumpulan peraturan untuk transfer file seperti teks, gambar grafik, suara, video dan multimedia di dunia maya alias World Wide Web.

Web browser adalah klien HTTP yang mengirimkan beragam permintaan ke mesin server. Ketika pengguna browser memasukkan permintaan file seperti membuka URL atau meng-klik tautan hypertext, maka browser membangun permintaan HTTP dan mengirimnya ke Internet Protocol address (IP address). HTTP daemon pada mesin server akan menerima permintaan dan mengirimnya kembali ke browser.

HTTPS singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure, yaitu penggunaan Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS) sebagai sub-layer di bawah lapisan aplikasi HTTP reguler. HTTPS mengenkripsi dan mendekripsi permintaan halaman, begitu juga halaman yang dikembalikan oleh web server. Penggunaan HTTPS bertujuan melindungi pencurian data bersifat rahasia.

Sumber: www.seon.co.id

Kesimpulan

https sangat dibutuhkan pada sebuah website untuk keamanan trasmisi data antar klien dan server. Dan seperti yang telah diumumkan oleh Google pada tahun 2014 jika penggunaan HTTPS menjadi salah satu faktor penentu rangking sebuah website.

Dengan demikian, sedikit banyaknya, walaupun bukan faktor dominan, SSL sangat berpengaruh terhadap SEO sebuah website.

Mungkin Anda Menyukai