Pengenalan dasar css

CSS Merupakan kepanjangan dari Cascading Style Sheet.
CSS pertama kali diperkenalkan oleh Hakon Wium Lie pada tahun 1994.
CSS merupakan aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam.

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu css1, css2, dan css3.
CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen html.
CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer.

CSS3 adalah versi terbaru dari css yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website.
CSS3 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer.

Kehadiran versi css yang ketiga diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.
CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, di antaranya animasi warna hingga animasi 3D.

Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query.

Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object.

Penulisan css

Ada dua sifat css yaitu internal dan eksternal .
Sedangkan yang Internal terbagi lagi menjadi dua yaitu, Inline dan Embedded.

Eksternal css
Eksternal di maksudkan adalah script css dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus, yang nantinya, cukup dipanggil menggunakan tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di script css tersebut.

Internal css
1. Inline css.
CSS didefinisikan langsung pada tag html yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style=”…” dalam tag html tersebut, style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag html yang lain.

Contoh penulisan CSS dengan metode Inline:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
	<title>Contoh Bentuk Inline </title>
</head>
<body bgcolor="#FFFFFF">

		<p style="font-size:20pt; color:red">
			Tag P ini diformat dengan besar font 20 point dan menggunakan warna merah 
		</p>

</body>
</html>


2. Embedded css
CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> – </style> di antara tag <head>.
Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut css yang akan digunakan untuk tag-tag html, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag html yang bersangkutan.

Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
	<title>Contoh Bentuk Embedded</title>

	<style>
		body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in;}
		h1 {font-size:18pt; color:#FF0000;}
		p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in;}
	</style>

</head>
<body>
	<h1>Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
	<p>Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p>
	
	Sedangkan halaman atau body diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru
	
</body>
</html>


Diatas adalah sedikit penjelasan tentang Pengenalan dasar css, selanjutnya silahkan kehalaman berikutnya, untuk mengenal lebih jauh tentang css.

Mungkin Anda Menyukai